"Kamu bisa nggak sih nggak ngomong begitu? Emang nggak malu dilihat Bang Aji?" tanya Soni yang akhirnya bersuara setelah melongo untuk beberapa saat. Lusi menyeringai. "Malu kenapa? Mas Aji udah aku anggep kakakku sendiri, aku malah seneng kalau ada dia. Aku mau minta dukungan Mas Aji buat ngeyakinin kamu biar mau nikahin aku." Gadis cantik itu seolah tak mengenal kata malu. Di kepalanya ada banyak hal yang sedang ia pikirkan, tetapi menikah dengan Soni adalah hal yang paling ia inginkan. Ia tak peduli ia tak memiliki apa-apa lagi, tak memiliki materi walau hanya satu atau dua hal. Yang paling penting baginya sekarang adalah menikah dengan Soni dan menghabiskan sisa umurnya sebagai istri pria itu. "Bantuin aku dong, Mas. Bilang sama Soni buat nikahin aku." Lusi berbicara pada Aji. Pria i

