Soni tersenyum seketika. "Jadi itu yang buat kamu marah? Kamu takut kita nggak bisa menikah nantinya?" Lusi enggan menjawab pertanyaan sang kekasih, hanya menatap pria itu dengan napas yang tersengal. "Kamu tenang aja apapun yang terjadi, kita tetep menikah. Aku akan nikahin kamu suatu hari nanti, mau itu Papa kasih restu atau enggak, aku akan tetep nikahin kamu." Soni berbicara dengan lugas, matanya tertuju pada Lusi, menatapnya lurus tanpa ragu. Lusi pun menatap sang kekasih, tanpa berkedip, seolah tatapan mereka memiliki kekuatan goib yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata, tatapan mata yang saling bertaut itu enggan untuk berakhir. "Lain kali, jangan begitu lagi. Jangan berantem sama siapapun, mau itu sama Samuel atau bukan, aku nggak mau kamu berantem. Aku nggak cuma takut kit

