Dilain tempat...
"Apa kau baik-baik saja miranda?"tanya lisa pada miranda dengan khawatir.
"Ah iya aku baik-baik saja lisa."jawab miranda bohong.
"Tapi kau terlihat sangat pucat,miranda.Kau yakin tidak sedang sakit kan?."tanya lisa kembali karna ia tak yakin kalau miranda baik-baik saja, terlihat dari wajah miranda begitu pucat dan sedari tadi miranda juga hanya diam saja tak seperti biasanya.
"Iya lisa aku baik-baik saja,kau tak perlu khawatir aku hanya lupa memakai sedikit make up tadi makanya aku jadi terlihat sedikit pucat."jawab miranda tetap berbohong.
Padahal ia sedang tak enak badan hari ini,kepalanya sedikit pusing,badannya juga anget.Sedari tadi malam ia tak bisa tidur karna memikirkan tentang kejadian diclub malam itu,dimana ia dan marchell berciuman.
Sepele bagi wanita yang sudah pernah merasakan itu,tapi tidak dengan miranda dan meskipun ia suka dengan alkohol tapi tidak dengan hal-hal yang terlewat batasnya.Meskipun dizaman sekarang bercinta sebelum menikah itu sudah lumrah dikalangan para wanita remaja kini,namun tidak dengan miranda dan masih bisa dibilang kalau miranda gadis yang baik karna masih bisa menjaga batasannya.
Tapi semenjak malam diclub itu,ia menjadi tak tenang dengan kejadian itu dan membuatnya menjadi gelisah,bagaimana tidak? Ia berciuman dengan lelaki yang baru saja dia kenal dan bahkan lelaki itu menawarkannya untuk menjadi penghangat ranjangnya malam itu,namun miranda menolak karna ia tak mau melewati batas.
"Kalau kau ingin istirahat,istirahatlah miranda dan aku sangat khawatir denganmu kau tak bisa membohongiku,lihatlah wajamu itu pucat bukan karna kau tak memakai make up tapi memang sepertinya kau kurang sehat."suruh lisa tetap mengawatirkan miranda.
"Sudahlah lisa,aku ini baik-baik saja kau tak usah khawatir seperti itu."tegas miranda tetap berbohong dan pergi meninggalkan lisa,ia memasuki ruangan Luke karna sebentar lagi ia dan luke akan ada meeting.
''Dasar wanita keras kepala''gumam lisa sendiri sambil menatap kepergian miranda.
***
"Ada apa kelvin?"
"Maaf tuan kalau saya menganggu waktu anda,tapi saya ingin menyampaikan sesuatu."
"Iya,sesuatu apa?"
"Tuan besar masuk rumah sakit tuan dan sekarang beliau sedang diruangan icu karna penyakitnya kambuh lagi."
"Kau tidak sedang berbohong kan kelvin?"
"Tidak tuan,saya tidak berbohong dan kalau anda tidak percaya anda bisa langsung menuju rumah sakit anda sekarang karna nyonya besar sudah menunggu anda,saya sudah mengabarkan kalau anda akan segera kesana karna saya tidak mau membuat nyonya khawatir."
"Baiklah kelvin terimakasih,aku akan segera kesana."
"Baik tuan."
Tut tut tut
Marchell baru saja mendapatkan kabar dari kelvin melalui panggilan suara,kalau papa marchel,Thomas Anderson masuk rumah sakit karna penyakitnya kambuh lagi dan ia juga sudah ditunggu mama nya,Venya Anderson.
"Bianca sayang,papa mau keluar dulu ya karna ada pekerjaan yang sangat mendadak jadi tidak apa-apa ya papa tinggal bianca sebentar dulu."ucap marchell pada bianca yang kini sedang bermain diruang bermainnya.
"Apa papa lama?."tanya bianca dengan raut wajah sedihnya.
"Tidak sayang,papa tidak lama hanya sebentar saja."jawab marchell dan langsung membuat bianca tersenyum.
"Baiklah,bianca akan menunggu papa pulang dan janji untuk pulang cepat ya."ucap bianca sambil memberikan jari kelingkingnya sebagai tanda janji papanya pada dirinya.
"Haha...papa janji sayang,ya sudah papa pergi dulu ya dan bianca tidak boleh nakal."jawab marchell dan membalas kelingking bianca menautkan kelingkingnya sebagai ia telah berjanji akan pulang cepat.
"Iya, papa hati-hati."ucap bianca yang langsung memeluk dan mecium kedua pipi papanya.
"Iya sayang."jawab marchell dan juga mengecup pipi gembul bianca dan pergi keluar menuju mobilnya untuk pergi ke rumah sakit dimana papanya dirawat saat ini.Tetapi sebelum ia pergi marchell sudah berpesan pada bodyguard dan maid di mansion itu untuk tetap menjaga stella dan bianca.
___
"Nona miranda apa kau baik-baik saja?"tanya luke pada miranda setelah meeting hari ini selesai dan saat ia sedang makan siang direstaurant langganannya.
Miranda yang mendapat pertanyaan itu lagi membuat ia sedikit terkejut."s-saya b-baik-baik saja tuan."jawab miranda terbata-bata dan iya dia berbohong lagi.
Memang miranda ini keras kepala sekali! Disuruh istirahat tidak mau dan ditanya keadaannya selalu menjawab ia baik-baik saja,apa ia tidak liat dirinya dicermin? Lihat lah wajahnya benar-benar pucat dan matanya sedikit berair karna efek badannya yang hangat itu.
"Baiklah kalau kau baik-baik saja,aku khawatir karna kau sedikit berbeda hari ini."jawab luke,lalu melanjutkan makan siang mereka hingga selesai dan langsung menuju kantor untuk melanjutkan pekerjannya.
***
Kini marchell telah sampai dirumah sakitnya,dan langsung berlari menuju ruang icu.
"Mam"panggil marchell yang melihat mamanya duduk dan rupanya sedang menangis.
"Hey sayang."jawabnya.
"Bagaimana keadaan daddy? Apa sudah ada kabar dari dokter?"tanya marchell.
"Belum nak,dokter belum juga keluar sedari tadi,mam khawatir pada daddymu nak."jawab venya masih dengan tangisannya.
"Mam tenang dulu ya,sebentar lagi dokter pasti keluar,aku yakin daddy baik-baik saja."ucap marchell yang mencoba menenangkan mamnya.
Sifat lembut marchell keluar ketika ia sedang bersama mamnya,stella, dan bianca saja,selain itu ia akan bersikap dingin,acuh,datar,dan terlihat kejamnya.
Tak lama kemudian dokter keluar dari ruangan icu,dan menyampaikan kalau thomas baik-baik saja,hanya saja ia sedikit kelelahan dan itulah penyebab penyakit jantungnya kumat.
Thomas Anderson,ia memang masih memegang perusahaan yang ia dirikan sendiri,perusahaan 'humas company' yang bergerak dibidang otomotif dan property.Perusahaan thomas juga masih bekerja sama dengan perusahaan anaknya,Marchell Anderson.
"Sebaiknya daddy jangan lagi bekerja,biar aku saja yang memimpin perusahaanny dad."ucap marchell setelah dokter memberika izin masuk ke ruangan icu.
"No son! Dad masih bisa melakukan itu,hanya saja kemarin dad kurang istirahat karna memikirkanmu."
"Why dad? I'm fine! Apa yang kau khawatirkan?"Jawab marchell.
"I know,tapi kapan kau akan menikah dan melupakan masa lalu mu itu? Aku sudah tua dan aku menginginkan cucu son."ucap thomas
"Lihatlah syana'z selalu ada untukmu,ia selalu dekat denganmu tapi kenapa kau tidak pernah mau menerimanya dan lupakan stella! Dia sudah tenang dialam sana!"lanjut thomas
Marchell yang mendengar semua ucapan thomas,membuatnya terdiam seribu bahasa dan sekarang pikirannya ke arah stella dan bianca.
Bagaimana caranya ia akan memberi tahukan pada thomas kalau stella masih hidup dengan anaknya,bianca.Meskipun stella koma tapi marchell tetap selalu menganggapnya sadar karna sosok bianca yang sangat mirip dengan stella.
"Kau dengar itu nak?"tanya venya yang menyadari marchell dari lamunannya.
"Iya aku dengar mam,akan kupikirkan lagi soal menikah."jawab marchell kembali dengan wajah yang sangat datar.
***
"Permisi tuan,saya pulang terlebih dahulu."pamit miranda yang akan pulang terlebih dahulu karna ia benar-benar sudah tidak kuat dengan kepalanya yang semakin berdenyut sedari tadi.
"Kenapa? Aku belum belum menyuruhmu pulang."tanya luke.
"Maafkan saya tuan,hari ini saya mendadak dapat kabar kalau kakak saya sedang sakit,jadi saya meminta izin untuk pulang terlebih dahulu karna tidak ada yang mengurus kakak saya tuan."jawab miranda berbohong lagi.
'Maafkan aku tuhan,aku terus berbohong.'batin miranda.
"Baiklah,aku mengizinkanmu pulang."ucap luke mengizinkan miranda pulang.
"Terimakasih tuan,saya permisi."pamit miranda lalu keluar dari ruangan luke dan menuju lift untuk ke lantai dasar dan berjalan masuk ke mobilnya lalu melajukan mobilnya ke arah apartemennya.
Sesampai diapartemen miranda langsung masuk ke lift untuk menuju lantai unit kamarnya.
Ting!
Pintu lift terbuka dan miranda keluar dari lift,badannya sudah benar-benar tidak kuat lagi untuk menopang tubuhnya,tenaganya sudah tidak ada lagi.
Dengan langkah yang sangat pelan ia berjalan menuju kamarnya,tapi belum sampai dua langkah,pengelihatanannya sudah mulai kabur dan juga kepalanya semakin berat sampai akhirnya ia tak sadarkan diri tempat itu.
Kelvin yang baru saja keluar dari lift sangat terkejut melihat miranda yang tergeletak dilantai dan tak sadarkan diri,ia datang karna mau mengecek keadaan miranda karna sudah dua hari ini miranda tidak mengabarinya.
"Miranda."teriak kelvin.
"Hei,kau kenapa miranda? Bangunlah."ucapnya lagi sambil menepuk-nepuk pipi miranda,namun tak sadar juga dan akhirnya ia mengecek dahi miranda dengan pungung tangannya dan ya suhu badan miranda sangat panas.
Kelvin yang mengetahui itu langsung mengangkat miranda dan mengendongnya ala bridal style.
Ia membawa miranda ke bawah dan memasuki miranda ke mobil lalu mengendarai mobilnya ke arah rumah sakit.Tak selang berapa lama kelvin sudah sampai dirumah sakit terdekat dari apartemennya.
"Tolong adik saya."teriak marchell sambil mengendong miranda dan berlari ke ruang UGD.
Beberapa perawat datang dan membawa brankar,tanpa aba-aba kelvin langsung meniduri miranda diatas brankar itu.Perawat langsung membawanya ke ruangan UGD.
"Maaf tuan,anda bisa menunggu disini."cegat salah satu perawat itu untuh menyuruh kelvin menunggu diluar ruangan.
Akhirnya kelvin duduk dikursi yang ada didepan ruangan UGD itu,pikirannya tak tenang dan gelisah,ada apa dengan adiknya kenapa bisa ia tak sadarkan diri seperti itu dan suhu badannya sangat panas.
Tak lama kemudian dokter yang memeriksa miranda keluar.
"Bagaimana keadaan adik saya dok?"tanya kelvin langsung.
"Keadaan adik tuan hanya kelelahan dan dia anemia/kurang darah,dan itu penyebabnya kurang istirahat."
"Saat ini pasien harus istirahat dulu dan rutin berikan dia obatnya,kita akan pindahkan pasian ke ruang rawat inap."jelas dokter
"Baik dokter,terimakasih."ucap kelvin.
"Baiklah,kalau begitu saya permisi dulu."pamit dokter lalu pergi meninggalkan kelvin.
Kini miranda telah dibawa ke ruang rawat inap dan sudah ada kelvin yang menemaninya diruangan itu,tak lama kemudian miranda sudah mulai sadar.
"Kak."lirih miranda.
"Bagaimana keadaanmu? Apa yang kau rasakan sekarang?"tanya kelvin khawatir.
"Aku tidak apa-apa kak,kau jangan khawatir seperti itu."jawab miranda.
"Kau tak sadarkan diri lorong apartemen dan masih bisa berkata kau baik-baik saja? Aku akan mengurus surat resign mu diperusahann iblis itu dan tidak ada penolakan!!!"
"Aku tidak mau melihat kau kelelahan bekerja diperusahaan iblis itu dan satu lagi untuk rencana itu biar aku saja yang menyelesaikannya,kau tidak usah ikut campur lagi."
"Kau sudah membuat aku khawatir,aku tak kau kenapa-kenapa lagi dan kau satu-satunya adikku.Aku tak mau kehilangan satu-satunya adikku yang cantik ini dan ke satu-satunya saudara yang aku punya,kita hanya berdua dan jangan pernah pergi meninggalkan aku!!! Ingat itu!!"
Panjang lebar kelvin memberi peringatan untuk miranda dan tak memberi miranda sedikitpun celah untuk bicara.
"Tapi tak bisa begitu saja kak,aku mungkin akan mendapatkan denda dan-."
"Sudah aku katakan,aku yang akan mengurus semua itu dan kau diam saja jangan membantah!!"tegasnya kembali.
"Baiklah."jawab miranda pasrah dan tak ingin membantah lagi.
"Sekarang kau istirahat dulu,aku akan pergi membelikanmu bubur."ucap kelvin.
Dan dibalas anggukan oleh miranda,setelah itu kelvin langsung keluar dari ruangan itu.
Ia berjalan menyusuri lorong rumah sakit itu dan menuju keluar gedung itu namun belum sampai diluar ponselnya bergetar dibalik celananya itu.
Drtt..drtt...drtt...
"Ada yang saya bisa bantu tuan?."
"kau datang ke rumah sakitku sekarang,karena aku ada tugas untuk mu."pinta seseorang itu.
"Baik tuan,saya segera kesana."balas kelvin.
Hingga panggilan itu putus secara pihak,setelah mendengar jawaban kelvin.
"Dasar bos dingin,sayangnya negara ini sudah punya musim hujan salju,andai belum aku yakin negara ini dingin pengaruh sikap tuan marchell."gumam kelvin sendiri sambil menatap ponselnya yang mati.
Lau ia berjalan melanjutkan jalannya untuk membeli bubur secepat mungkin agar tuannya tidak marah karna menunggunya.
Hanya memakan waktu limat menit telah sampai didepan ruangan icu,disana ia sudah bertemu dengan Marchell dan beberapa bodyguard yang menjaga didepan pintu.
Marchell yang melihat kelvin,membuatnya menaikkan sebelah alisnya.
"Kau menggunakan apa kesini?."tanya marchell ke kelvin.
"Mobil tuan."jawab kelvin.
"Kenapa cepat sekali? Kau tidak dikantor hari ini?"tanyanya lagi.
"Maaf tuan,hari ini saya tidak bisa balik kekantor karna adik saya sedang sakit dan kebetulan ia juga dirawat dirumah sakit ini."jawab kelvin.
Marchell hanya menganggukan kepalanya dan langsung mengalihkan topik membahas tugas yang ia berikan untuk kelvin.Tentu saja tugasnya yang akan berperang dengan musuhnya dan menyuruh kelvin untuk mengumpulkan seluruh Mafioso dan juga para Yakuza yang sudah bergabung dengan divisi Marchell.
Para Mafioso dan Yakuza,mau bergabung di divisi marchell karna mereka sangat senang bahkan dengan senang hati menjalani tugas-tugas yang berikan oleh marchell karna kebaikan marchell kepadanya itu membuat mereka senang dan mau melakukan apa saja dan mau berkorban dengan taruhan nyawanyapun mereka rela.
"Baik tuan saya mengerti."ucap kelvin sambil menganggukan kepalanya setelah mendegar tugas yang diberikan oleh marchell.
Sepele bagi kelvin menjalankan tugas seperti itu,ia terbiasa dengan tugas-tugas yang diberikan marchell.
"Baiklah,ingat setelah tiga hari ini aku akan istirahat dimansion ku dan jangan menganggu waktu istirahatku! Aku sudah mengalihkan semua tugas dan kerjaan ke padamu dan kurasa kau bisa mengerjakan semua itu."ingat marchell kembali dan berlalu pergi meninggalkan kelvin setelah menjelaskan itu.
Setelah kepergian marchell,kelvin pergi dan kembali ke ruangan miranda untuk mengecek keadaan adiknya hingga membantunya untuk makan,mengganti pakaiannya hingga selesei dan menyuruhnya istirahat lagi,lalu kelvin izin pergi untuk menyelesaikan tugas yang baru saja diberikan oleh marchell.