Mansion Marchell.
"Bianca!"teriak marchell setelah sampai dimansionnya.
"Papaaa!"sahut bianca kembali juga memanggil marchell dan langsung berlari menghampiri marchell.
"Papa bawa apa itu?"tanya bianca yang melihat marchell membawa beberapa paper bag berukuran besar.
"Ini untuk bianca dan juga mama."jawab marchell sambil memperlihatkan paper bag itu.
"Yeyyy...pa kita ke kamar mama ya."ajak bianca yang langsung disetujui marchell.
Ceklek!
"Mama bianca datang sama papa."ucap bianca menghampiri stella yang masih berbaring dengan alat-alat yang melekat ditubuhnya.
"Sayang,I'm coming, see I brought your favorite flower."ucap marchell sambil meletakkan bunga tersebut diatas nakas sebelah ranjang stella.
"Come on sayang,aku sangat merindukanmu dan sangat merindukan sentuhanmu itu.Kapan kau akan bangun hm?"
"Lihatlah kau belum melihat anak kita seperti apa,dia sangat cantik sepertimu."
"Jika kau sudah sadar nanti,aku akan cepat menikahimu dan tidak akan kubiarkan kau pergi meninggalkan ku lagi seperti dulu."
"Kau tahu? Aku sangat kacau melihatmu seperti ini,tapi aku berusaha untuk tegar didepan orang lain,aku menyembunyikan semua ini dengan sekuat mungkin.Aku sangat mencintaimu stella Anggiansa cepatlah bangun!"
Marchell dengan setia mengobrol dengan stella yang masih tetap memejamkan matanya.Sungguh selama ini dia sangat rapuh,namun apa daya ia harus kuat menjalani ini semua dengan tegar.
Dibalik kekejaman,sifat dinginnya,wajah datarnya,arogannya ada sifat lemah lembut dan rapuhnya yang ia simpan baik-baik didepan orang lain kecuali pada stella dan bianca.
Malam hari dokter stella datang untuk memeriksa keadaannya,namun entah keajaiban atau takdir yang tuhan berikan begitu indah pada malam hari ini.
"Puji Tuhan."
"Tidak sia-sia anda merawat nona stella selama 5 tahun ini tuan dan akhirnya tuhan memberikan kesempatan lagi untuknya kembali sadar dan bisa berkumpul dengan keluarga kecilnya."
"Ini berkatmu juga,aku sangat berterimakasih karna kau mau merawatnya selama 5tahun ini juga."
"Tidak tuan,ini memang sudah tugasku untuk merawat semua pasien ku."
"Baiklah kalau begitu aku akan memberikanmu sesuatu atas bantuanmu selama ini,terimalah sebagai tanda terimakasihku."
"Baik tuan terimakasih,kalau begitu saya pamit tuan,permisi."
Setelah mengakhiri obrolannya dengan dokter tris,marchell langsung masuk ke kamar stella dan sudah menemukan stella bersama bianca.
"Hei sayang,apa yang kau masih rasakan sekarang?"tanya marchell lembut pada stella.
"Aku tidak apa-apa marchell."jawab stella lemah.
"Aku ingin minum."pintanya.
Dengan cepat marchell mengambil gelas yang sudah berisi air di atas nakas itu,lalu meminumkan stella pelan-pelan dan stella meneguknya hingga tandas.
"Apa kau ingin makan?"tanya marchell.
"Tidak,aku belum lapar."jawab stella.
"Mama."lirih bianca,matanya sudah berkaca-kaca.
"Hey sayang,why? Don't cry! Mama sudah bangun sekarang."jawab stella yang melihat bianca ingin menangis.
"Aku senang mama sudah bangun,dan sekarang sudang mempunyai papa dan mama lagi."ucap bianca.
"Of course princess."jawab marchell.
"Iya sayang,mama juga sangat bahagia bisa melihat putri mama yang sangat cantik ini."ucap stella penuh haru.
"Sekarang bianca tidur ya,ini sudah malam sayang,besok kita lanjut untuk berbicara sama mama ya."suruh marchell dan dibalas anggukan bianca.
Setelah mengantar bianca ke kamar dan menemaninya sebentar kini marchell kembali masuk ke kamar stella.
"Stella?."panggil marchell.
"Iya."jawab stella.
"Aku ingin menikahimu cepat."kata marchell.
Sesaat stella terdiam dan mengingat kejadian yang lima tahun lalu,dimana ia dan marchell akan menikah namun sebuah kecelakaan menimpanya dan membuatnya koma selama lima tahun.
Bayangan seseorang kembali muncul diingatannya,seseorang yang sangat ia cintai dan seseorang itulah yang membuatnya seperti ini.
Flashback onn.
"Hei sayang."sapa marchell pada stella
"Marchell?"ucap stella dengan sedikit terkejut.
"Iya ini aku,kenapa kau begitu terkejut hm?"
"Ti-tidak aku hanya terkejut kau datang tiba-tiba tanpa mengabariku."jawab stella sedikit gugup,jelas ia gugup karna marchell baru saja pulang dari korea,marchell dikorea selama 2 bulan dan kepulangan marchell malam ini sedikit membuat stella terkejut.
"Tentu saja aku tidak mengabarimu,so ini susprise!"jawab marchell senang.
"Terimakasih,ta-tapi darimana kau tahu aku disini."ucap stella kembali bertanya.
"Come on sayang,aku sudah mengetahui kebiasaanmu,kalau malam minggu kau pasti diclub sayang."jawab marchell,lalu ia cepat menarik stella mendekat dan melumat bibir stella lembut.
"Ahh..."desah stella ditengah-tengah ciumannya dengan marchell.
"Aku menginginkanmu,sayang."lirih marchell dan tak lupa tatapannya yang sudah penuh gairah.
"See,sayang.Kita masih diclub dan kau mau membuat aku mendesah disini?."desis stella.
"No baby,apartemenku."jawab marchell,lalu tanpa aba-aba ia langsung menggendong stella ala bridal style dan stella hanya pasrah saja.
***
"Ahh..."desah stella.
"Yes faster,sayang."
"Mmmhh...ahh...k-kau sa-sanghat nikmat sayang."desah marchell.
"Aku akan keluar sayang."ucap stella.
"Together baby."jawab marchell.
"Please,diluar marchell."ucap stella.
"No honey,biarkan benihku dirahimmu dan akan menjadi calon baby untuk kita."jawab marchell.
"It's okay,se-ah se-lalu ti-dak ah ada pe-nola-kan ah."ucap stella terus mendesah.
"Ahhhh...."desah mereka berdua setelah mendapat pelepasan nikmatnya.
Marchell langsung merebahkan badanya disamping stella,nafas mereka masih terengah-engah karna adegan panas mereka yang begitu nikmat.
"Stella?."panggil marchell setelah nafasnya kembali normal.
"Why?."tanya stella.
"Aku akan menikahimu."jawab marchell cepat.
Stella terdiam,mendengar ucapan marchell.
'Apa katanya? Menikah?, lalu bagaimana dengan Luke calon ayah,dari bayi yang aku kandung ini?.'
"Hey!"panggil marchell menyadarkan stella yang terdiam.
"Bagaimana? Kau mau kan menjadi istriku? Menjadi ibu dari anak-anakku?."tanya marchell.
"I-itu a-aku akan,akan memikirkannya dulu marchell.Beri aku waktu."jawab stella gugup,namun ia menjawab akan memikirkannya dulu ajakan dari marchell yang mau mengajaknya menikah,dan ia kembali berfikir pada Luke,Luke Williana.
"Baiklah,tapi aku tidak mau kau menolak sayang."ucap marchell tetap meyakinkan stella tidak menolaknya.
Stella dan Luke telah menjalin hubungan selama 2bulan dan itu waktu marchell pergi ke korea untuk menyelesaikan semua urusan perusahaannya,disaat yang bertepatan,stella dan luke bertemu di club dan disaat itulah mereka saling menjalankan hubungan secara diam-diam.Stella melakukan itu karna sikap lembut luke padanya,marchell memang bersikap lembut juga pada stella,namun saat bersama luke ia merasakan lebih nyaman dan hangat dari pada bersama marchell.Sangat berbeda.
Sampai suatu malam,stella dan luke melakukan hubungan intim dan salahnya luke mengeluarkan spermanya didalam rahim stella.Pas sebelum satu hari marchell pulang dari korea,stella mengetahui dirinya sedang hamil dan itu anak Luke.
***
Setelah seminggu berlalu,stella meminta luke untuk datang ke apartemennya,malam ini stella dan luke sedang duduk bersama diruang tamu dan berbicara untuk membahas tentang ajakan marchell menikah dengan stella.
"Aku akan menikah dengan marchell,luke."ucap stella.
"Menikah? You kidding me?"tanya luke terkekeh mendengar ucapan stella.
"No sayang,aku tidak tau harus berbuat apa? Aku mencintaimu tapi aku juga tidak bisa menolak marchell."jawab stella.
"s**t!.Tidak,aku tidak mau itu stella,kau mengandung anakku dan apa ini? Kau akan menikah dengan sialan itu!"tolak luke
"Aku tau luke,tapi aku harus bagaimana?."
"Okay,kau mau menikah dengannya? Silahkan! Tapi jika terjadi sesuatu dengannya jangan salahkan aku stella."
"No luke,jangan lakukan apapun pada marchell,kumohon!"
"Kenapa? Kau mencintainya?"tanya luke
"Bukan begitu luke,aku hanya mencintaimu luke dan percayalah aku akan kembali padamu setelah aku menikah."jawab stella memastikan yang kini memeluk luke.
"Kembali padaku? Bullshit stella! Bagaimana bisa? Kau itu akan menjadi istri sah sialan itu!"bentak luke.
"Aku tau itu luke,tapi kumohon percayalah aku hanya mencintaimu."jawab stella yang kini sudah menangis dipelukan luke.
"Cukup stella! Simpan omong kosongmu itu dan satu lagi jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu pada b******n itu!"bentak luke dan memberi peringatan pada stella,setelah itu ia melepas paksa pelukan stella padanya lalu pergi meninggalkan stella.
"Luke! Dengarkan aku dulu."teriak stella sendiri yang melihat luke pergi meninggalkannya,namun luke tetap pergi tanpa mau mendengarkan teriakan stella.
Setelah luke benar pergi dari apartemen stella,kini stella hanya bisa menangis dan entah apa yang harus ia lakukan.menolak marchell? Tentu saja tidak bisa karna stella telah dijodohkan dengan marchell,tapi bagaimana dengan luke dan kandungannya itu,anaknya dengan luke.
Kini ia hanya bisa menangis dan menangis tanpa tau harus berbuat apa.Namun beberapa menit kemudian ia merasakan kepalanya berat,pengeliatannya mulai kabur,pas bertepatan ponselnya berdering tapi entah ia tidak tahu siapa yang menelponnya karna tenaga sudah tidak ada.
Samar-samar ia mendengar bunyi ponselnya karna kesadarannya sudah mulai menghilang dan.
Brukkk!
***
"Eeegh"lenguh stella karna kepala sangat berat dan sedikit sakit.
"Hei sayang,kau sudah sadar."ucap marchell.
"Aku dimana? Dan aku kenapa?"tanya stella
"Sudah kamu sebaiknya istirahat dulu sayang dan jangan memikirkan apapun."jawab marchell
"Aku kenapa marchell."tanya stella.
"Kamu itu pingsan sayang,aku menemukanmu sudah tidak sadar tadi diapartemenmu,apa yang terjadi padamu hm?"jelas marchell dan bertanya apa yang terjadi pada stella dan kenapa ia sampai bisa pingsan.
Mendengar ucapan marchell,stella kembali mengingat apa yang terjadi padanya tadi diapartemennya dan setelah mengingat ia baru sadar ia tak sadarkan diri karna tadi karna setelah perdebatannya dengan luke.
"Hei kenapa menangis hm? Ada apa?"tanya marchell yang melihat stella menangis.
"Ti-tidak aku ha-hanya sedikit pusing."jawab stella berbohong,padahal ia memikirkan apa yang harus ia lakukan sekarang untuk bisa menghindari pernikahannya dengan marchell.
"Sayang?"panggil marchell,namun stella hanya melihatnya saja tanpa menjawab.
"Ka-kamu hamil dan itu anakku."ucap marchell.
Deg.
Detak jantung stella semakin kencang kala mendengar ucapan marchell yang mengetahuinya sedang hamil dan apa katanya anaknya?.
'Tidak marchell,ini bukan anakmu tapi anakku dengan luke'batin stella.
"Aku sangat bahagia sayang,dan satu minggu lagi kita akan menikah! Jangan menolak lagi stella! Kumohon ini demi anak kita."Ucap marchell memohon untuk tidak menolak menikah dengannya.
Sedangkan stella hanya bisa menangis mendengar semua ucapan marchel,apa yang harus ia lakukan sekarang.
'Andai kamu tahu marchell,ini bukan anakmu,apa kau mau tetap menikah denganku? Lalu bagaimana dengan luke? Aku mencintainya.'batin stella.
Setelah stella sudah membaik,kini ia sudah diperbolehkan pulang oleh dokter,namun stella tidak pulang ke apartemennya tapi ke mansion marchell dan alasannya kenapa ia pulang ke mansion marchell? Karna marchell tidak mau terjadi apa-apa pada calon istrinya dan calon bayinya yang kini ada dirahim stella.