BAB 11

1656 Kata

Seorang pria paruh baya meraih benda pipih di atas meja, lalu melipat koran dan menyimpannya dengan rapi. Perlahan, ia usapkan jari-jemarinya ke layar ponsel keluaran terbaru itu. Kali ini ia berniat untuk menghubungi seseorang yang tidak lain dan tidak bukan adalah putra semata wayangnya, Indra. Gusti menempelkan ponsel ke telinganya. Tidak lama kemudian, terdengar nada dering lagu zaman dulu yang berjudul “Cinta Setengah Mati” milik grup musik terkenal, d’Masif. Lagu itu seperti melambangkan cinta Indra yang merupakan b***k cinta akut seorang Marisa. “Hallo, Dra. Kamu baik-baik saja di sana, kan?” Terdengar suara Indra yang sedikit melemah berbeda dari biasanya. “Baik, Pa. Cuma kecapekan aja!” Suara Indra seperti orang yang tengah flu. “Kurang nuistri, Dra!” Gusti menebak kondisi ana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN