Wanita cantik yang kini rambutnya basah kuyup dengan air terjun menggerakkan jari lentiknya untuk menghapus jejak lendir yang ada di hidung suaminya. “Uch, Sayangku, jangan sakit, Ayah! Nanti Bunda obatin biar cepet sembuh, ya.” Marisa mencangkup wajah suaminya dengan penuh rasa sayang. Tatapan manisnya hanya untuk pria yang saat ini berdiri di hadapannya. “I love you ….” Marisa mengecup singkat bibir Indra yang sekarang menjadi candunya. “Ayah yang pertama dan terakhir. Bunda janji buat jadiin Ayah prioritas.” Marisa mendaratkan kepala di da-da bidang Indra. “Love you too! Bunda juga selalu jadi prioritas ayah.” Marisa mengusap dengan lembut puncak kepala Marisa. “Pulang, yuk! Ayah kedinginan di sini, kepingin diangetin di kasur sama Bunda.” Indra mengedipkan mata, menggoda wanita y

