Aurora bekerja lagi dengan giat, setelah beberapa masalah selesai dan kesalahpahaman di hari ulang tahun Fabian terurai dia menjadi kembali bersemangat. Hari ini, dia melihat lagi sosok pria yang masuk ke dalam restoran, pria yang pernah memberi kartu nama padanya. Aurora nyaris lupa soal teman ibunya itu, dia bahkan lupa nama pria yang memberinya kartu nama. "Selamat sore." Dia menyapa seraya tersenyum. Aurora balas tersenyum. "Selamat sore juga, pak---" Aurora terdiam. Namun, pria itu sungguh ramah. Dia malah mengatakan namanya lagi. "Aku Mahesa." "Silahkan duduk, pak Mahesa. Bapak ingin memesan menu apa hari ini?" Aurora menawarkan. Dia menunjukkan meja pada Mahesa. "Terserah aja." Dia menjawab. Aurora mengangguk. Dia memesan menu makanan favorit di restoran dan minuman yang dul

