Ketika dia keluar dari kamar Fabian, Aurora melihat si mbak tengah menunggunya di kamarnya. Aurora sudah merasakan ketenangan hati kali ini, tapi, dia masih bingung harus bersikap bagaimana pada si mbak. Memang dia telah bertengkar dengan wanita itu tadi, karena dia tidak mengetahui kalau semua terjadi di luar kehendaknya. "Aurora, mbak minta maaf." Dia berkata lirih. "Udahlah, mbak. Rora juga mungkin salah telah menuduh mbak. Pak Fabian udah mengatakan semua. Rora nggak mempermasalahkan ini lagi. Mbak juga melakukannya karena permintaan Pak Fabian." Aurora mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya. "Aurora, mbak ... sebenarnya mbak melakukan ini karena kamu." Dia berdiri dari tempat tidur. Memandang ke arah Aurora yang duduk di depan meja belajarnya. "Kenapa karena Rora?" Aurora

