Aurora terbangun, dia segera mandi dan mengenakan pakaian rumahan. Membangunkan Fabian pelan. "Fabian, bangun," bisiknya. Fabian membuka mata, seperti berada di rumah walaupun mereka tidak ada di rumah. "Aku ingin membuatkan sarapan, tapi nggak ada yang bisa dilakukan." Aurora tertawa kecil. Pelan membuka matanya, "morning." Aurora menatap wajah Fabian dengan seksama, "jadi mau sarapan apa?" "Nggak usah pusing memikirkan masalah itu, nanti kita beli aja di luar. Apa sudah sangat lapar?" Aurora tersenyum. "Sebenarnya sudah, tadi malam nggak makan apa-apa." "Oh ya." Fabian duduk. "Ayo pesan, atau aku akan minta Idris datang membawakan makanan." "Jangan." Aurora menolak, dia sungkan kalau Idris harus datang untuk urusan perutnya. Fabian membelai rambutnya. "Fabian jadi aneh."

