57

1122 Kata

Aurora terduduk di atas ranjang kamarnya, sekalipun dia telah biasa saat setiap bertemu dengan Nyonya Eisen, dia selalu mengalami kejadian yang tidak mengenakkan. Tapi tetap saja, itu akan membuat mood-nya memburuk selama berhari-hari. Sekalipun dia telah berusaha untuk tidak memikirkannya. "Rora, istirahat aja dulu jangan memikirkan sesuatu yang nggak perlu." Si mbak menasehatinya. Apa dia juga ingin berkata betapa tidak tahu dirinya Aurora karena menjalin hubungan dengan Fabian? Sekarang, dia pasti mengetahui apa yang terjadi. "Mbak, terima kasih. Aku ingin sendirian." Aurora berbisik lirih. Aurora tidak melihat ke arah si mbak lagi, dia berbaring menghadap dinding. Hari yang amat melelahkan, Aurora mulai merasa matanya berat. Aurora merasa kalau dia tertidur sejenak, sebelum dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN