22

1159 Kata

Seperti biasa, Aurora menunggu kedatangan Daru di gerbang. Dan seperti biasa juga, laki-laki itu muncul dengan motornya. "Daru, kau baik-baik aja?" tanya Aurora. "Apa udah sarapan?" Dia berusaha bersikap wajar, tapi Daru hanya mengangguk. Aurora naik ke boncengannya. Mereka menuju kampus. Ketika menurunkan Aurora, Daru bertanya. "Rora, nanti jam makan siang ayo kita bicara." Aurora menatap Daru heran, tapi dia mengiakan. "Oke, jemput aku di sini." Daru mengangguk, kemudian dia meninggalkan Aurora. Apa yang mau Daru bicarakan? Aurora berpikir. Mungkin, soal kejadian kemarin. Mereka memang belum membahasnya. Aurora teringat pada aura Fabian yang tenang saat datang ke kantor polisi kemarin, pipinya memerah. Dia mengingat lagi kalau tadi malam tertidur di kamar Fabian. Fabian sangat baik,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN