Aurora membuka matanya, terasa berat. Dia terbangun di ranjang yang empuk di sebuah kamar bernuansa putih yang luas. "Aurora." Aurora mendengar suara yang berat namun tenang menyebut namanya. Setelah sepenuhnya sadar, Aurora melihat sosok Irawan Lander di sebelahnya. Dia juga melihat Daru berada di sana. Tampaknya mereka menunggui Aurora hingga Aurora terbangun. "Di mana ini?" Aurora bertanya lirih. "Ini di rumahku, nantinya akan menjadi rumahmu. Kalau kau mau," jawab Irawan. Sekalipun kepalanya masih terasa berat, Aurora berusaha untuk berpikir. "Jam berapa ini?" "Kau tertidur cukup lama, ini jam delapan malam," jawab Irawan lagi. Aurora seketika menjadi panik. "Mana ponselku?" "Aurora tenanglah, kau beristirahatlah dulu." Dia menggelengkan kepala, dia harus menelepon pada Fabi

