15

1066 Kata

Setelah memimpikan Aurora saat itu. Fabian beberapa kali memimpikan Aurora dalam kehidupannya yang sepi. Namun memimpikan dia yang telah dewasa saat itu menjadi pemicu, seolah sesuatu bangkit dalam diri Fabian. Tidak tahu kenapa, saat melihat Aurora saat ini dia merasa lemah dan tidak berdaya. Dia menjadi begitu gelisah, setiap Aurora berada di hadapannya. Melihat senyumnya, juga gerak geriknya. Bukankah Idris telah berkali-kali mengingatkannya, kalau Aurora bisa membuat semua orang mencintainya. Gadis itu tulus, dia memesona dan sangat pintar membuat orang di sekitarnya merasa nyaman. Apalagi saat tinggal bersama Fabian, membuat Fabian bersemangat menjalani hari-harinya. Bahkan melebihi saat-saat bersama dengan Ibu Aurora dulu. Bulik Nova. Fabian memandangi wajahnya lama di cermin,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN