67

1052 Kata

Fabian pulang ke rumahnya saat hari sudah gelap. Rumah yang telah dihuni selama beberapa tahun ini terasa sepi dan lengang. Fabian Masih memikirkan pembicaraannya dengan Aurora tadi siang di kantor. Walaupun Idris berkata kalau solusi yang terbaik dari masalah ini adalah dengan membiarkan Aurora pindah, Fabian masih belum ingin melakukannya. Fabian tidak ingin berpisah dari gadis itu walaupun hanya satu atau dua hari. Lagipula dia telah merasa nyaman dengan kehadiran Aurora setiap saat, mengisi hari-harinya. Fabian bergegas menuju kamarnya, dia mandi dan memakai pakaian untuk tidur, tapi, Fabian tidak segera tidur. Dia menuju ke kamar Aurora. Pintunya tertutup dan lampu mati. Fabian mengetuk pintu kamar Aurora beberapa kali sebelum akhirnya pintu kamar itu terbuka. Tampaknya Aurora me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN