68

1014 Kata

Akhirnya rasa penasaran Aurora terkuak, ketika dia pulang dari kampus dan bersiap akan pergi dengan Fabian. Fabian menyetir mobil sendiri tanpa memakai supir ataupun mengajak Idris, orang kepercayaannya. Tadinya, Aurora pikir mereka akan melakukan penerbangan. Tampaknya, tempat yang dituju oleh Fabian tidak terlalu jauh. "Bagaimana kampus?" tanya Fabian. Dia menyetel lagu slow rock selama perjalanan, Aurora jarang mendengarkan Fabian memutar musik. Apa dia kurang perhatian terhadap pria itu? "Biasa aja, nggak ada yang terlalu istimewa." "Oh, ya?" "Kalau kantor bagaimana?" "Kantor? Bukannya kau juga selalu berada di sana?" Aurora hanya tertawa. "Nggak ah, Rora jarang datang. Jadi nggak tau apa yang Fabian lakukan seharian." "Kau tahu aku selalu sibuk dengan pekerjaan." Fab

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN