"Nice." Senyum manis tersungging di sudut bibir remaja 14 tahun itu demi melihat hasil goresan pensilnya di kertas. Sketsa wajah yang ia buat hanya berdasarkan pertemuan dengan seseorang beberapa waktu lalu. Pertemuan sesaat yang anehnya tak bisa ia lupakan. Gelenyar aneh menimbulkan rona tak biasa di kedua pipinya setiap kali teringat sosok itu. Ada keinginan yang kuat dalam hatinya untuk kembali mengulang momen tempo hari. Aneh. Gadis itu berkali-kali membatin. Ia tak mengerti dengan apa yang ia rasakan. Yang ia tahu rasa yang indah itu justru kadang menyiksa, menuntut sebuah pertemuan kembali yang entah kapan akan terulang. Tanpa disadari, setitik bening lolos begitu saja dari sudut matanya. Jatuh tepat pada gambar sketsa yang baru saja selesai ia kerjakan. Dengan cepat ia mera

