Kau yang Terindah

1492 Kata

[Mas, nanti kita lunch bareng ya? Sekalian aku mau ngenalin seseorang] [Mas, dibuka dong HP nya] [Mas Pram] [Kamu marah ya?] [Mas, ih. Kamu mah gitu] Lalu diikuti emot merajuk. Pram tersenyum membaca rentetan pesan yang baru ia buka setelah sampai di rumah itu, sembari tiduran di sofa depan televisi ruang tengah. Membayangkan wajah sang istri cemberut saat melihat pesan yang dikirimnya tak kunjung ia baca, Pram jadi gemas sendiri. Chat yang menyelamatkan praduga sekaligus menenangkan meski belum sempat ia baca. Andai Gita tidak mengatakan ia mengirim pesan, sudah pasti dirinya akan salah paham. Hal yang di awal pertemuan tadi ia pikir akan terjadi perang dunia ketiga, ternyata berakhir lumayan menyenangkan. Gita tak pernah mengkhianati. Dan Reno juga seseorang yang gampang meny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN