Bab 39 Lelaki itu bangkit dari duduknya begitu Gita berjalan mendekat. Ia mengangguk sopan sembari tersenyum memperlihatkan giginya yang ginsul. Gita sedikit kaget. Dalam hati bertanya-tanya untuk apa laki-laki yang tak lain Reno itu mencarinya? "Silakan, Mas," sahut Gita. Telapak tangannya mengisyaratkan pria itu agar kembali duduk. "Panggil Reno aja, Mbak," sahut pria itu, mengangguk sopan. Lantas kembali mengenyakkan pinggulnya sesuai permintaan Gita. Di atas meja depan pria itu terletak segelas jus buah segar. "Maaf, saya datang ke sini nggak ngabarin dulu. Karena ini restoran saya pikir siapa aja bisa datang tanpa ijin kan? Yang penting ada niat buat makan," selorohnya sembari tersenyum. "Tapi pelanggan saya yang lain datang ke sini tidak pernah mencari apalagi sampai

