“Awas, Bim.” Sreet Bimo menekan pedal rem sekaligus, Sarah hampir saja terjatuh sementara badan Sevi bergerak maju, hampir saja kepalanya terkena dashboard. Beruntung dia memakai savety belt, sehingga badannya tertarik kembali. “Bimo, hati-hati dong!” teriak Sarah memegang kepalanya yang terbentur jok Bimo, untungnya dia tidak apa-apa. “Bim, kamu ini nyetir sambil ngelamun saja sih. Kamu hampir nabrak mobil itu.” Sevi mengarahkan telunjuk ke depan, Bimo melihat mobil lain yang berhadapan dengan mobilnya. Mobil itu tidak jarang dia lihat karena ternyata yang hampir dia tabrak adalah mobil mamanya.yang digunakan untuk menjemput ibu Sevi. Bimo keluar dari mobil, sementara dari mobil yang dikendarai supir Bimo, supir dan ibu Sevi pun keluar dari mobil. Bimo menyapa ibu Sevi lalu mengulurk

