Aleyra berjalan menuju kampus, sambil berjalan dia menikmati suasana kota kelahirannya di pagi itu. Udara yang masih segar, kawanan burung yang terbang kian kesana-kemari, aliran sungai yang masih jernih, juga suara bising jarang ada di sini. Beda sekali dengan suasana di perkotaan yang bising dan tingkat polusi udara yang tinggi. Dia terus berjalan hingga akhirnya sampai di gerbang kampus. Suara seorang wanita tiba-tiba menghentikan langkahnya. “Aleyra.” Aleyra berhenti dan menengok ke belakang, ternyata yang memanggilnya tadi adalah Lani, sahabatnya. Dia datang menggunakan sepeda motor. “Bonceng, yuk!” ajak Lani. Aleyra tersimpul senyum di kedua sudut bibirnya. “Kamu ini ada-ada saja, sudah deket ini ngajakin bonceng,” tutur Aleyra. “Suda

