Bab 24 - Terjebak

1515 Kata

Saat malam tiba, Pandu datang lagi ke rumah sakit. Dia menelepon Tias dan mengatakan kalau dia sudah menunggunya di lobi rumah sakit. d**a Tias tiba-tiba terasa sesak seperti dihimpit dua tembok besar sesaat setelah menerima telepon dari Pandu. Dia keluar dari ruangan ibunya, menutup pintu, lalu membiarkan punggungnya menyandarkan diri di tembok. Perlahan kakinya terasa lemas, dia terduduk dan menyembunyikan wajah di antara kedua kakinya yang ditekuk. Dia menangis tersedu-sedu, memanggil nama Radit dalam tangisnya. Dia tak ingin menuruti kemauan Pandu. Dia mencoba menelepon Radit berulang-ulang, tapi HP Radit malah tidak aktif. Kemana Radit saat ini? Bukankah dia berjanji akan selalu ada untuknya, tapi kenapa sekarang dia malah menghilang, saat Tias sangat membutuhkan kehadirannya untuk me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN