Bimo sudah berada di ruangan meeting bersama client penting yang mengharuskannya segera pulang dari pertemuan singkatnya dengan Aleyra di sekolah yang biasa dia sambangi setiap tahun untuk memberikan sedikit sumbangsih untuk sekolah itu. Tanpa dia duga ternyata dia bertemu dengan Aleyra di sana, yang juga dia menjadi gurur di sekolah itu. Ada perasaan lega ketika dia bisa bertemu lagi dengan Aleyra, tetapi dia belum sempat mengatakan hal apapun karena schedule meeting hari ini yang tidak bisa ditunda. Setidaknya, dia sekarang tahu kapan pun dia mau dia bisa menemui Aleyra di sana. Setelah menuntaskan meeting dengan client, Bimo duduk di sofa ruangannya, membuka jas dan menaruhnya di atas meja. Dia menarik dasi dan membuka kancing kemejanya, melonggarkan kemeja agar lehernya bis

