Bab 88

1770 Kata

Melodi mengetuk kamar Arwin sebelum akhirnya dia berucap, “Arwin, apa aku boleh masuk?”   “Masuk saja.”   Melodi dengan takut-takut membuka pintu kamar Arwin. Ini bisa dikatakan sebagai kali pertama dirinya masuk ke dalam kamar Arwin. Biasanya Melodi hanya pernah melihat dari depan pintu.   Begitu pintu kamar terbuka, Melodi akhirnya bisa melihat sosok Arwin yang tengah duduk bersandar. Aroma Arwin bahkan tercium dengan jelasnya saat dia sudah berada di dalam kamar.   “Aku membawakanmu makan malam.” Melodi meletakkan nampan yang berisi makan malam untuk Arwin di atas meja samping tempat tidur.   “Kenapa kamu tidak memanggilku untuk turun ke bawah?” Arwin merasa dirinya sudah menjadi beban bagi Melodi.   “Kamu bahkan baru keluar dari rumah sakit, bagaimana bisa aku membiarkanmu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN