Bab 48

1782 Kata

Suara ketukan jari Melodi terdengar bersautan dengan suara pisau yang sibuk memotong. Sudah cukup lama Melodi duduk di sini sambil memandangi Arwin yang sibuk memotong buah-buahan dan Arwin tidak kunjung selesai. Melodi butuh berbicara dengan Arwin.   Melihat Arwin yang sudah selesai menata buah-buah potongannya itu, Melodi seketika mendesah senang. Arwin menghampirinya dengan dua mangkuk berisi buah di tangannya. Satu mangkuk diberikan untuk Melodi dan satunya lagi di taruh di samping Melodi. Melodi sudah siap untuk berbicara dengan Arwin, tapi Arwin bukannya duduk di sampingnya malah membuka kulkas.   “Kamu mau minuman apa?” tanya Arwin.   Melodi yang sudah hilang kesabaran berucap, “Aku enggak mau minum apa-apa, aku mau kita bicara.”   Terlihat Arwin mengangguk-angguk dengan pos

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN