Bab 47

1938 Kata

“Aku mau tanya.” Melodi akhirnya membuka suara setelah mereka hanya diam saja sepanjang perjalanan.   “Ya, tanya saja.”   Terdengar helaan napas berat di sampingnya yang membuat Arwin seketika melirik ke arah Melodi. Apa yang ingin Melodi tanyakan hingga membuat Melodi menghela napas seperti tadi, pikir Arwin saat itu juga. Mendadak perasaan takut itu datang.   “Kitakan hanya menikah selama satu tahun dan aku rasa, pindah ke rumah yang kamu bangun untuk keluarga kecilmu nanti itu bukan pilihan yang bagus. Apartemenmu bahkan sudah lebih dari cukup dan aku bisa tinggal dengan nyaman di sana. Jadi, rumah yang kamu bangun itu bisa kamu dedikasikan untuk istrimu nanti. Kalian bisa membuat kenangan di sana tanpa perlu mengingat pernah ada aku di sana. Ya, aku juga tidak akan besar kepala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN