Jentikan jemari yang tepat berada di depan wajahnya sukses membuat Melodi tersadar dari lamunannya. “Mbak Melo, enggak apa-apa? Kalau kenapa-kenapa kita pulang aja yuk.” Melodi menaruh tepung yang ada di genggamannya. “Aku baik-baik aja, tadi cuman keinget barang yang lupa kutulis di memo,” kilah Melodi. “Kukira Mbak Melo enggak nyaman keluar rumah kek gini, tadinya aku mau ajak Mbak Melo balik aja.” “Kok pulang, kan aku sendiri yang minta kamu anterin aku belanja. Kita enggak akan pulang sebelum aku selesai belanja.” “Selama Mbak bilang nyaman sih aku mah ikut aja. Yang paling penting sekarang itu keadaan Mbak Melo.” Perhatian Tiara yang seperti ini membuat Melodi tidak tahan untuk memberikan pelukannya. “Uuuu, Tiara sekarang makin dewasa.” “Jelas dong Mbak Melo.

