Bunyi asing menghinggapi indra pendengaran Gallen. Lelaki itu pun bertanya,"Apa kau mendengarnya juga, Sa?" "Apa?" Gadis itu bertanya sambil menajamkan telinga. Dia lalu mendengar ada suara abnormal. Seperti dengungan yang tak biasa. "Lebah?" gumam Quintessa yang merasa familiar dengan suara ini. "Tapi, kenapa suaranya sangat keras?" heran sang pangeran. Bersamaan dengan itu, peta Villana berbunyi bip bip. Persis seperti saat detik-detik awal mereka bertemu dengan ular raksasa berwarna merah muda. Jantung Villana berpacu dengan waktu. Gadis itu lalu mereguk saliva. "Ada yang datang," beritahunya sambil menoleh ke belakang. Neirra meningkatkan kewaspadaan. Begitu juga dengan Gallen. Mereka sama-sama mencoba mengantisipasi jatuhnya korban. Akan merepotkan kalau hal itu sampai terjad

