Bayangan Hitam

1028 Kata

Udara segar merasuki indra penciuman Quintessa. Sudah lama dia tak menghirup udara segar khas pedesaan. Sesegar apa pun udara istana yang terletak di ibukota, masih kalah dari udara di sini. Terlebih desa elf ini masih sangat asri. "Anda menyukainya, Nona?" tanya Villana yang tiba-tiba muncul. Quintessa menoleh, mendapati sang elf yang membawa sebuah keranjang. Dia lalu menganggukkan kepala. Ada pun matanya mencuri pandang pada keranjang Villana. Quintessa ingin tahu apa isinya. Seakan tahu keheranan sang Nona, Villana membuka selembar kain yang menutupi isi keranjang. Menampilkan apel-apel ranum yang terlihat menggiurkan. "Anda mau, Nona?" tanya Villana lagi. Gadis itu menganggukkan kepala. Maka, Villana pun memberikan satu. Quintessa langsung menggigitnya. Terasa sangat manis. Apel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN