Sebuah senyum yang mirip dengan seringai pun terbit di bibir Villana. Dia menjawab tegas, "Aku hanya seorang elf biasa. Tidak ada yang perlu kau ketahui, wanita sialan!" Bersama dengan teriakan itu, bola hijau di atas kepala Villana melesatkan puluhan, bahkan ratusan petir peri. Cahaya hijaunya menyambar-nyambar tubuh peniru Villana. "Aargh! Tidaaak!" jeritnya kencang. Quintessa menutup telinga rapat-rapat. Gallen pun turut menambahkan tangannya untuk menutup telinga. Sekaligus menggenggam tangan istrinya itu. Duarr! Ledakan besar pun terjadi. Gallen merasa kalau tubuhnya akan terempas oleh angin kencang yang ditimbulkan oleh insiden tersebut. Oleh karenanya, dia segera mengalihkan kedua tangan untuk memeluk Quintessa erat-erat. Gallen tak mau bila sampai terpisah dari istrinya itu.

