Gallen menoleh ketika mendengar suara rumput yang diinjak. Mendapat elf bersurai hitam yang berada di belakangnya sambil mengulum senyum. "Aku kembali," ujarnya ceria. Mata Villana terlihat berbinar dan mencuri pandang ke arah Quintessa. Hal itu membuat Gallen sedikit curiga. Tapi dia memilih abai. Menepis rasa buruk yang bersarang di dalam hatinya. "Apa yang tadi ada di semak?" tanya Gallen to the point. Villana menjawab langsung, "Seekor kelinci. Jangan khawatir, itu bukan binatang buas. Tapi aku heran kenapa dia bisa ada di sana. Harusnya tempat ini bukan habitat bagi kelinci." "Mungkin dia tersesat," timpal Quintessa. Elf itu mengedikkan bahu. "Mungkin saja begitu," balasnya. Gallen lalu bertanya, "Kita harus ke arah mana?" "Tunggu sebentar. Aku akan melihat peta," sahut elf te

