Suasana hutan di gunung keramat tidak berbeda jauh dari hutan tempat tinggal Villana. Pepohonan di sini sangatlah lebat dan nyaris tidak berjarak. Semak belukar juga tumbuh subur, berdampingan dengan aneka rumput liar. Dengan mengendap-endap, ketiganya menyusuri hutan belantara. Villana membagi fokusnya antara menatap jalan dan peta dalam genggaman. Dia tidak ingin kalau sampai ketahuan tim patroli penduduk desa. "Masih jauh ya?" batin Gallen sambil menggaruk lengan yang gatal karena gigitan nyamuk. Villana sedikit terusik dengan tingkah Gallen. Namun dia mencoba menahan diri untuk tidak bersuara. Siapa tahu ada orang di sekitar sini. Mereka bisa ketahuan. Elf itu berbalik dan menganggukkan kepala. Memberikan isyarat bahwa jaraknya masih jauh. Ini saja belum separuh perjalanan. Mereka

