Roh Peri

1080 Kata

Pyuk! Seekor ikan menggerakkan siripnya dengan kencang. Sengaja menggoda pasangan abal-abal itu hingga mukanya terpercik air. Gallen dan Quintessa otomatis menghentikan laju wajah mereka. Keduanya saling memejamkan mata. Refleks karena ada air yang tiba-tiba bertamu. Begitu kembali membuka mata, degup jantung keduanya tidak tertolong lagi. Mereka sudah sangat dekat dan wajah keduanya nyaris tidak berjarak. "Apa yang kulakukan?" batin mereka seraya kompak menjauhkan diri. Gallen dan Quintessa sama-sama menundukkan kepala karena malu dengan apa yang nyaris terjadi. Kalau tidak ada ikan itu, mereka pasti sudah ... Hmm, mereka seharusnya sedih atau bahagia? Villana yang kebetulan tidak mendengar suara-suara aneh pun memberanikan diri untuk melirik ke belakang dengan jantung yang berpesta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN