Kebetulan, Gallen menoleh ke belakang. Matanya membelalak lebar ketika mendapati sang istri terjatuh dari ketinggian ini. Tanpa pikir panjang, dia berseru, "Sa!" Villana terkesiap. Begitu melihat Quintessa sedang terjatuh, dia mengarahkan tangannya untuk mengeluarkan beberapa sihir kacangan. Melalui sinar hijau yang berpendar dari sela-sela jarinya, Villana mengumpulkan banyak kunang-kunang. Hewan yang bercahaya saat malam hari itu berdatangan. Terbang cepat, menahan tubuh Quintessa agar tidak terjatuh. "A-aku selamat?" batinnya tidak percaya. Gallen mengembuskan napas lega. Dia bersyukur karena Quintessa tidak kenapa-napa. Entah apa yang terjadi bila gadis itu sampai jatuh mencicip tanah. Mungkin tulangnya akan patah dalam sekejap. "Sebentar lagi sihirnya habis. Aaargh! Ini gara-gara

