Sang Penguasa

1057 Kata

Villana menyeringai ketika melihat raut kebingungan di wajah Worsch. Gadis itu pun berkacak pinggang. Memandang arogan pada sang musuh. "Kenapa? Kau mau mengakui kekalahan?" ejek Villana sambil memutar-mutar pedangnya. Worsch langsung meludah di tanah. Hampir semua orang merasa jijik karena ulahnya. Meludah sembarangan di tempat umum. Apa lelaki itu masih waras? Membalas sengit, "Aku tidak akan kalah! Tidak akan pernah! Justru kau yang akan bertekuk lutut dan meminta pengampunan dariku!" "Coba saja," tantang Villana sembari kembali melangkahkan kaki. Duel ronde dua pun dimulai. Worsch mulai kelelahan menghadapi Villana. Elf cantik berambut hitam tersebut seolah memiliki stamina kuda. Tidak terlihat lelah sama sekali. Ketika saling menahan pedang masing-masing, mata tajam Villana meli

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN