Merencanakan Masa Depan

1043 Kata

"Lebih baik kita tidur daripada membahas hal itu, Nona," sela Villana ketika Quintessa bersiap untuk menanyakan mengapa kebanyakan manusia memberi jarak pada elf dan penyihir. Gallen mengerutkan bibir. "Tidak! Kita harus tetap bergerak!" bandelnya. Quintessa menyipitkan mata. Dengan segera dia mendorong tubuh Gallen dan menekannya hingga duduk di atas tanah. Membuat pangeran itu merasa gugup. "Villana benar. Ini sudah malam, kita sebaiknya beristirahat." Gadis berambut pirang kemudian melangkahkan kaki di antara kaki Gallen. Tubuhnya lalu condong ke depan, membuat lelaki itu merasa kepanasan. Dia pun memejamkan mata. Merasakan tangan Quintessa yang melepas tas punggung miliknya. Gallen diam saja. Sebab bila bergerak, dia takut menyenggol aset milik Quintessa. Hal itu malah membahayaka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN