Sunrise

1042 Kata

Akibat teriakan itu, Villana terbangun dari tidur lelapnya. Begitu melihat Quintessa yang memukuli Gallen, seulas senyum terbit. Terlebih Gallen terlihat gemas dan balas mencubit pipi Quintessa. "Bucin sekali," sindir Villana tanpa sadar. Aslinya, dia cuma mau membatin. Tapi pita suaranya bergetar dan menghasilkan bunyi. Mendengar ucapan Villana, Gallen dan Quintessa serempak menoleh kepada elf tersebut. Membuat Villana merasa heran dan mengerutkan alisnya. Elf itu membatin, "Mereka bisa mendengar kata hatiku? Bagiamana bisa?" Gallen dan Quintessa ikut bingung saat melihat ekspresi kebingungan milik Villana. Mereka lalu kompak bertanya. "Kau sudah bangun?" "Sudah bangun, Vil?" Pasangan suami istri abal-abal itu pun saling bertukar pandang. Mata mereka menyorot tajam. Seolah tidak t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN