Hanya Itu?

1180 Kata

"Anda ... saya kira, Anda tidak cocok tidur di sofa. Apa yang akan orang katakan kalau seorang pangeran memilih untuk terlelap di sofa daripada di tempat tidurnya yang empuk," jawab Quintessa agak tersendat, sebab napasnya tidak beraturan akibat ulah Gallen yang memerangkap dirinya seperti ini. Otak juga jadi susah diajak bekerjasama. Gallen tersenyum sinis. "Hanya itu?" Lidah Quintessa terasa kelu. Pertanyaan terakhir dari Gallen seperti menghinanya. Tanpa sadar, sebutir air mata meluncur keluar. Berbaur dengan bekas tangisannya tadi. Pangeran menggeram saat melihat semua itu. Dia lekas menjauh, meninggalkan Quintessa di atas tempat tidur. Kembali mematikan lampu, membiarkan kegelapan mendominasi ruangan mewah ini. "Apa aku salah?" batin Quintessa di dalam hati. Dia sama sekali tida

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN