Jika tadi Quintessa begitu bingung untuk menjawab pertanyaan dari Gallen, kini dia langsung menemukan jawabannya. Gadis cantik tersebut langsung menjerit, "Tidak, terima kasih!" Tangannya menyambar sendok di atas nampan. Tanpa menunggu Gallen terlebih dahulu, Quintessa melesatkan sepotong ayam panggang ke mulutnya. Dagingnya empuk dan lembut, tapi kulitnya garing. Bumbu ayam juga meresap sempurna, terasa sangat lezat. Gallen menggeleng-gelengkan kepala. Gadis ini ada-ada saja. Lalu Gallen pun menyantap kentang rebus miliknya. Tidak lupa menambahkan ayam. Makan sarapan dengan tenang bersama istrinya. "Apa rencanamu hari ini?" tanya Gallen seusai makan. Quintessa menggelengkan kepala. "Tidak ada," tegasnya seraya mengelap bibir yang belepotan karena saus di ayam panggang. "Mau ikut deng

