"Tadi malam, kau tiba-tiba melompat. Itu membuat ... " Ucapan Gallen terhenti saat menyadari dia hampir keceplosan. Lelaki itu langsung mereguk saliva. Tidak berani melanjutkan kata-katanya. Quintessa yang tidak paham itu malah melanjutkan, "Karena aku melompat, kau marah, 'kan? Makanya aku jadi sedih! Tapi meski hatiku sakit, aku masih berbaik hati untuk berbagi tempat tidur denganmu!" Gallen langsung memelototkan mata. Quintessa bertanya, "Apa?" Pangeran mengerakkan manik matanya ke kanan. Membuat istrinya terpaku di tempat. Sial! Dia lupa kalau di sini ada Villana, dan dia malah membicarakan hal pribadi. "Istri Anda sangat menarik, Tuan. Saya pasti betah menjadi pelindungnya," ujar Villana sambil tersenyum. Sejurus kemudian, perempuan bersurai hitam legam tersebut bangkit. Sebab p

