Teh Anti Penyihir

1112 Kata

Wajah Gallen berubah merah padam. Bahkan setelah makan malam berakhir dan dia sudah kembali ke kamar, semburat kemerahan itu masih nampak di pipinya. Gallen benar-benar malu dengan apa yang ditanyakan oleh Quintessa. Bahkan sampai membuat ratu dan raja senyam-senyum sendiri. Berbeda dengan suaminya yang salah tingkah, Quintessa justru merasa tenang-tenang saja. Gadis itu bahkan melangkah dengan ceria, seolah tidak memiliki beban apa pun. Bahkan dia melepas gaun dengan tenang. Padahal tak jauh dari tempatnya, ada Gallen. "Jangan membuatku gila, Sa!" amuk lelaki itu. "Kenapa memangnya? Aku pakai gaun dalaman, kok," sahut perempuan tersebut sambil mengangkat roknya. Memperlihatkan rok panjang berwarna krem. Gallen jadi tambah malu dan segera merebahkan diri di atas peraduan. Quintessa han

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN