Gallen menoleh ke belakang. Lelaki itu mendapati sang panglima kerajaan. Siapa lagi kalau bukan Revith? "Benar. Aku mencarinya. Ada sesuatu yang seharusnya dia selesaikan tadi malam, sekarang aku mau menanyakan hasilnya," jawab sang pangeran. Revith mengangguk paham. Dia lantas berkata, "Ikuti saya, Tuan." Gallen pun berjalan dengan santai di belakang Revith. Dahinya agak mengernyit saat mendapati mereka mengarah pada sebuah ruangan yang jarang Revith tunjukkan pada siapa pun. "Apa dia tertarik dengan Villana? Atau malah mencurigainya?" batin Gallen risau. Sebagian besar manusia di Windemere membenci elf semenjak pengkhianatan yang terjadi ratusan tahun lalu. Namun Gallen merasa tidak semua bangsa elf jahat. Dia yakin Villana memiliki kebaikan tulus di dasar hatinya. Pintu lantas t

