Quintessa mengucek kedua mata saat melihat ada mata air di hadapannya. Menurut Villana, mata air ini terhubung dengan sebuah sungai yang letaknya cukup jauh dari gua. Dia tidak sengaja menemukannya saat tersesat tadi malam. "Tidak jadi mandi, Sweetheart?" tanya Gallen ketika mendapati istrinya hanya terdiam di tepian. Menatap penuh kekaguman ke mata air di depannya itu. Gadis berambut pirang pun terkesiap. Dia menoleh sambil bertanya, "Hah? Barusan kau bilang apa? Aku sedang melamun, tidak begitu mendengarkan apa yang kau katakan." Gallen hanya melemparkan seulas senyum. Lalu tanpa aba-aba, lelaki itu mendorong Quintessa ke arah mata air. "Aaa!" teriaknya panik sembari mengulurkan tangan, meminta bantuan. Dengan senang hati, pangeran berambut coklat keemasan melompat. Mendekap gadisny

