Berawal dari Mimpi

1092 Kata

Terlalu nyaman dengan perlakuan Gallen, Quintessa jatuh tertidur tanpa sadar. Pangeran pun mengembangkan seulas senyum. Dilihatnya wajah cantik Quintessa yang pipinya terdapat bekas air mata. "Begini saja masih cantik," gumam lelaki itu sambil menggendongnya. Membaringkan gadis itu di peraduan. Tak lupa untuk memberikan selimut. Takut kalau Quintessa kedinginan. Menyadari waktu yang begitu singkat, Gallen tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Perlahan dia memajukan wajah. Mendaratkan bibir merahnya di kening. "Tidur yang nyenyak, dan ... mimpikan aku," bisiknya nakal di telinga Quintessa. Puas bisa bermesraan dengan istrinya, Gallen keluar dari kamar. Menghampiri Neirra yang sibuk melihat peta dan kompas. Ingin memastikan kapal mereka berada di jalur yang benar. "Neirra," pangg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN