Birunya langit selaras dengan warna lautan. Saling bersaing merebut perhatian makhluk hidup yang melihatnya agar terpukau dengan pesonanya. "Pemandangan di sini sangat indah, bukan?" tanya Villana di sela debur ombak yang tak terlalu ganas. Gadis berambut pirang itu pun terkejut. Ditatapnya sang elf yang sudah siap dengan pakaian tomboinya. Dari sela rambut hitam legam milik Villana, Quintessa dapat mengintip keberadaan anak-anak panah yang tersusun rapi. Lengkap dengan busur di tangan. "Tentu saja indah! Tempat ini sangat populer, Nona," sombong Neirra. Gallen ikut menimpali, "Tidak perlu berlebihan. Di dunianya, pasti ada pantai yang lebih indah dan dia pernah mengunjunginya." "Hanya sekali," sahut Quintessa. Ucapannya itu membuat ketiga rekannya terperangah. Villana bertanya seriu

