Quintessa hanya menatap kosong pada Villana. Masih diingatnya peristiwa barusan. Saat di mana dia menjadi transparan. Bahkan ketika menyentuh Gallen, lelaki itu tidak dapat merasakannya. "A-aku cuma sembunyi," bohongnya. Villana menggaruk kepala yang tidak gatal. Elf itu kembali bertanya, "Di mana, Nona?" Quintessa jadi super gugup. Otaknya ini tiba-tiba blank. Tidak dapat memikirkan apa pun. Netra gadis berambut berambut pirang berkeliaran, melihat pada sekeliling. Lalu dia menemukan tempat yang tepat untuk digunakan sebagai persembunyian abal-abalnya. "Di situ," tunjuknya pada bawah tempat tidur. Villana pun syok dengan mulut menganga. Sudah jelas kalau tadi dia berada di sana, sendirian. Tapi Quintessa mengatakan kalau tadi dia bersembunyi di bawah tempat tidur. "Ada yang tidak b

