Bersamaan dengan air yang mengguyur muka, Villana membuka mata. Pandangannya masih terlihat agak buram. Efek baru bangun tidur dan obat tidur yang dicampurkan ke dalam roti. "Bagaimana tidur nyenyakmu, peri kecil?" Suara yang begitu familiar itu pun terdengar di telinga. Villana menajamkan penglihatan. Memandang pada sosok lelaki berjas putih. Revith tetap terlihat menawan dan santai setelah yang dia lakukan semalam. Seolah tak takut kalau ketahuan telah melakukan hal buruk pada bawahannya sendiri. "Masih bermimpi, hm? Apa aku harus membuatmu sadar?" tanya lelaki itu lagi seraya mendekat. Villana meringis ketika rambut panjangnya ditarik ke belakang. Tidak hanya itu, jambakan dari Revith menyebabkan ikat rambutnya terlepas. Menggerai rambut panjang hitamnya. Membuat telinga Villana

