Debaran.

1010 Kata
Jessica menurut dengan menepikan mobilnya. Kemudian disusul Samudera yang juga mendorong motor besarnya ke tepi jalan. Setelah memarkirkan motornya, Samudera memakai masker dan juga topinya, lalu pergi meninggalkan Jessica yang sudah duduk di kursi kayu yang ada di bawah pohon besar yang rindang. Kebetulan situasi di sana sangat sepi. Hingga tidak ada yang menyadari jika pemuda yang mendorong motor adalah Samudera artis muda yang sedang di gemari banyak remaja sekarang. Ternyata kepergian Samudera untuk membeli sebotol air mineral yang kemudian dia berikan pada Jesica. "Minum!" ucap Samudera yang berdiri tegak di depan Jessica, sambil menyodorkan air mineral yang ada di tangannya. Jessica mendongak untuk menatap wajah Samudera yang sedang menatapnya tajam. Pemuda itu terlihat khawatir padanya. "Kenapa malah menatapku? Ambil ini dan segera minum, karena sepertinya kau butuh air," ucap Samudera. Tanpa mengatakan apa-apa, Jessica mengambil botol air mineral dari tangan Samudera. Tapi kemudian Samudera mengambilnya lagi, karena Samudera mau membukakan tutupnya untuk Jessica,"Nah, minum!" ucap Samudera. Jessica pun mengambil kembali air mineral itu, kemudian meminumnya perlahan. Sedangkan Samudera terlihat tengah sibuk mengirimkan pesan yang entah untuk siapa. "Bagaimana, apa sudah lebih baik?" tanya Samudera yang begitu terdengar perhatian pada Jessica yang masih terlihat tegang setelah tidak sengaja menabrak motor Samudera. Hingga bagian belakang motor besar itu hancur. Tapi beruntung Samudera tidak sampai terjatuh dan terluka akibat tabrakan tersebut. "Ya, aku sudah lebih baik," jawab Jessica. "Nah, sekarang katakan apa yang membuatmu menangis seperti tadi?" tanya Samudera sedikit mendesak. "Aku tidak apa-apa, aku hanya panik setelah menabrak mu," jawab Jessica. "Jangan bohong! Kau itu dosen, jadi jangan ajari aku untuk berbohong." ucap Samudera sambil menatap Jessica. "Aku tidak berbohong, sumpah." jawab Jessica. "Oke! Kalau memang kau tidak apa-apa, lebih baik sekarang serahkan kunci mobil mu padaku!" Samudera menadahkan tangannya di depan Jessica meminta kunci mobil Jessica. "Untuk apa?" tanya Jessica. "Tadi kau bilang kalau kita harus pergi ke kampus. Jadi berikan kunci mobil mu padaku! Karena aku tidak mungkin pergi membawa motorku yang rusak," ucap Samudera. Jessica melihat ke arah motor Samudera yang bagian belakangnya rusak akibat dia tabrak tadi, dan hal itu membuat Jessica merasa tidak enak pada Samudera. "Jangan hanya di tatap! Tapi kau harus membayar uang bengkelnya." ucap Samudera sambil mengambil kunci mobil yang ada di tangan Jessica. Karena Jessica tidak kunjung memberikannya. "Ayo, pergi!" ajak Samudera sebab Jessica masih duduk sambil menatapnya. "Tunggu! Maksudnya kau dan aku pergi ke kampus bersama?" tanya Jessica yang sudah berdiri di samping pintu penumpang. "Iya! Kenapa, kau tidak mau pergi denganku?" tanya Samudera. "Samudera... nanti_" "Nanti yang ada kita terlambat, dan aku dihukum seperti kemarin." sambar Samudera sambil menarik tangan Jessica, kemudian membukakan pintu penumpang untuk wanita cantik itu. Setelah Jessica masuk ke dalam mobil, Samudera membantu memasangkan sabuk pengaman Jessica, hingga membuat Jessica terdiam. Karena seumur hidupnya tidak ada orang yang pernah memperlakukannya seperti itu. Mulai dari membukakan tutup botol, membukakan pintu mobil, dan sekarang membantunya memasang sabuk pengaman. Perbuatan kecil namun begitu menyentuh hati Jessica, apa lagi Jessica yang memang kurang mendapatkan perhatian dari pasangannya. "Kenapa menatapku seperti itu? Apa aku sangat tampan, hingga membuatmu terpanah?" tanya Samudera yang menangkap basah saat Jessica menatapnya. Jessica yang tertangkap basah sampai memalingkan wajahnya, karena merasa malu dan canggung setelah Samudera malah menggodanya. Sepanjang perjalanan menuju kampus, Samudera terus saja bercerita tentang masa kecilnya, hingga kenapa dia bisa jadi artis besar seperti sekarang. Tapi Jessica hanya diam tanpa berkomentar sedikitpun meskipun sebenarnya Jessica menyimak setiap cerita Samudera. "Samudera! Apa tidak sebaiknya kau turun di sini saja?" tanya Jessica ragu. Saat mobil mereka hampir sampai di gerbang kampus. "Apa maksudnya?" tanya Samudera tidak paham. "Lebih baik kau turun di sini, karena aku tidak mau kita masuk bersama. Aku takut_" "Takut suamimu marah? Karena kau datang ke kampus denganku?" tanya Samudera memotong ucapan Jessica. Padahal bukan itu yang mau Jessica katakan. Karena mustahil Antonio akan marah apa lagi cemburu hanya karena Jessica datang ke kampus dengan seorang pria. Apa lagi pria itu masih sangat muda dan populer seperti Samudera yang tidak akan mungkin jatuh cinta pada wanita bisa seperti Jessica. "Bukan itu," ucap Jessica mencoba meluruskan. "Lalu?" Samudera mengangkat sebelah alisnya saat bertanya, sambil sedikit menyodongkan tubuhnya pada Jessica. "Aku takut penggemar mu marah padaku," saut Jessica. "Oke! Aku turun di sini." ucap Samudera sambil menepikan mobil Jessica. Karena Samudera tahu seperti apa kelakuan penggemarnya yang pasti akan menghujat Jessica jika mereka tahu dia pergi ke kampus bersama Jessica, setelah Jessica tidak sengaja menabrak motor besarnya. "Maafkan aku," sesal Jessica sambil berjalan ke arah kursi kemudi setelah Samudera turun dari dalam mobilnya. "Aku tidak perlu maafmu! Aku butuh nomor handphone mu. Jadi berikan nomor handphone mu padaku!" pinta Samudera sambil menyodorkan handphonenya pada Jessica. "Untuk apa nomor telepon ku?" tanya Jessica bingung. "Hei! Kau baru saja menabrak motor ku hingga hancur, jadi aku butuh nomor handphone mu untuk menghubungi mu," ucap Samudera. "Oh, ketik saja nomornya," saut Jessica. "Berapa?" tanya Samudera yang sudah siap dengan keyboard handphone nya untuk mencatat nomor Jessica di sana. "kosong delapan tiga belas, sembilan depan enam delapan, lima empat lima tujuh," itu nomor handphone ku," jelas Jessica. "Oke! Aku akan kirimkan pesan pada nomor mu, jadi simpan juga nomor handphone ku. Agar kau tahu itu nomor handphone ku. Karena aku takut kau lupa," ucap Samudera. "Iya, kirimkan saja." saut Jessica pelan. Jessica masuk ke dalam mobilnya, sedangkan Samudera berjalan masuk ke dalam kampus. Tidak lupa Samudera memakai topi dan maskernya, karena Samudera tidak ingin para penggemarnya menghalang jalannya untuk masuk ke kampus. Sebab Samudera tidak ingin hari keduanya sama seperti hari pertamanya, dimana dia harus di hukum karena datang terlambat. Samudera menatap mobil Jessica saat melewatinya, begitu juga dengan Jessica yang menatap Samudera dari kaca spion mobilnya. Entah kenapa, rasanya jantung Jessica langsung berdetak kencang saat dia mengingat semua perlakuan manis pemuda tampan itu padanya. "Kenapa dengan dadak ku, kenapa dia berdebar seperti ini?" tanya Jessica sambil memenangi dadanya. Ternyata tidak hanya Jessica yang dadanya berdebar saat mengingat kebaikan Samudera. Tapi juga sebaliknya, karena Samudera tidak berhenti tersenyum saat mengingat ekpresi polos dari Jessica saat bersamanya. "Ini gila Samudera!" ucap Samudera pada dirinya sendiri saat terus mengingat Jessica.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN