“Kenalkan dia Hilda, wanita yang baru ku nikahi." Suara Bara tenang, memecah keheningan di antara pria-pria yang yang meneteskan air liur menatap Nina. "Bara, kenapa kamu nggak bilang kalau di sini nggak ada ceweknya?” Bibir Nina berbisik di dekat telinga Bara, berusaha menarik tangannya dalam genggaman pria itu, tahu begini dia nggak akan datang. Entah mengapa ia merasa masuk dalam kandang serigala kelaparan. “Kamu gak tanya," jawab Bara enteng. Tangannya semakin erat menggenggam jemari Nina. Bara mendekat, bibirnya berbisik, "nikmati saja, Hilda. Malam ini kamu jadi ratu." Alis Bara terangkat sebelah, senyum aneh muncul di sudut bibirnya. “Angkat gelas kalian! Bersulang untuk istriku yang cantik dan…, seksi!” Teriak Bara sambil berdiri. Orang2 pun ikut berdiri sambil berteriak, "YA

