Seorang gadis berkulit putih baru saja keluar dari kamar mandi, aroma sabun menguar lembut dari luar jubah handuknya yang lembab. Rambutnya basah, menetes perlahan di atas lantai, mengikuti langkah kakinya yang berjalan terburu ke arah pintu kamar yang di ketuk seseorang. “Ada apa, Jek?” ternyata yang mengetuk pintu kamarnya Jeki, asisten suaminya, tangan Nina merapatkan jubah mandinya, menempel dan membungkus semakin erat tubuh indahnya, khawatir pria itu melihat sesuatu yang lebih intim. Tangan Jeki mengulurkan sebuah paper bag pakaian merek terkenal. “Satu jam lagi, Bos menjemput anda, bersiaplah, pakai ini, ada pertemuan penting, anda harus mendampinginya." Nina menerimanya, setelah itu menutup pintu. “Kenapa tadi gak bilang sendiri sih? Gimana kalau aku nggak mau datang? Dasar

