24. Di Kamar Yang Sama

1224 Kata

Malam semakin larut, jam menunjuk angka dua dini hari, rintik hujan masih bergelung lembut di luar jendela kamar hotel. Seorang pria dengan kaos putih duduk gelisah di atas ranjang, wajahnya tampak lelah. Seperti malam malam kemarin, ia kesulitan tidur tanpa obat tidurnya. Hidupnya yang amburadul di penuhi masalah, semakin tertekan karena masalah hari ini, terpaksa menikahi gadis yang menghancurkan nama baiknya. Dulu sebelum punya pabrik tambang, masih menjadi direktur di perusahaan BUMN, ia memiliki jadwal tidur yang teratur. Namun sejak tanggung jawab tambang itu jatuh ke pundaknya, hidupnya perlahan berubah menjadi maraton tanpa jeda. Otaknya yang dipaksa terus bekerja agar usaha cepat berkembang, ayah yang selalu menuntut hasil tambang sesuai ekspektasi, permasalahan tambang yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN